www.riaukontras.com
| Masyarakat Simandolak Percaya Komperensi Bisa Perjuangkan Aspirasi Masyarakat | | Kunker Kapolres Bengkalis Ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Pemkab Bengkalis Salurkan BLT ODP PMI kepada 4.107 Penerima | | 131 KK Desa Senggoro Tuntas Sudah Menyalurkan BLT Dana Desa Tahap III | | Bansos Covid-19 Sukses Diselenggaraan Pemkab Siak Dinas Sosial, DPRD Kampar Studi Banding ke Siak | | Hadapi Covid-19, Rasidah Alfedri Ajak Kaum Ibu Konsumsi Ikan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
Tim BKSDA dan WWF, Bunyikan Mercun Jika Ada Harimau
Editor: | Minggu, 04-06-2017 - 07:45:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Tim BKSDA dan WWF, Bunyikan Mercun Jika Ada Harimau
  •  

    PELANGGIRAN, RIAUKontraS.Com - Tim BKSDA dan WWF Riau-Kepri langsung meninjau lokasi kejadian Harimau Sumatra yang sering menampakan diri ke permukiman warga Kecamatan Pelanggiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (03/06/17).

    Tim asal Riau-Kepri melakukan survey dan mendatangi rumah Acok serta Bahtiar yang pernah dikejar oleh Harimau tersebut sewaktu dia ingin bekerja dikebun sawit di Kanal 25 Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang, Pelangiran.

    Tim juga turut didampingi  Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang BRIPKA Erwin. A, terdiri dari Polhut BKSDA  Santino Gomes, Polhut Bid Wil II BKSDA Zulkifli, Staff BKSDA Azwar Hadhibina Nasution, Bidang Netifikasi konflik satwa WWF Zulfahmi, Manager Nagasari Estate PT. THIP, Roni Paslah beserta asistennya.

    Dalam peninjauan dan survey lapangan tersebut, Tim BKSDA  dan WWF Riau - Kepri, melakukan olah Tempat Kejadian (TKP) diantaranya menelusuri tempat yang sering didatangi harimau itu dan meminta keterangan kepada saksi yang melihat serta  merekam langsung.

    Agar tidak terjadi hal-hal yang bisa mengacam keselamatan warga setempat. Tim juga memberikan penyuluhan kepada warga, setidaknya ketika dia (harimau) datang ke lokasi permukiman, bunyikan mercun atau kembang api guna menghalau binatang buas itu.

    Diingatkan juga kepada warga, agar tidak menjerat / menyakiti binatang buas harimau atau binatang lain yang dilindungi. Terlebih lagi, selalu waspada dan mengurangi aktifitas diluar rumah dan apabila hendak keluar jangan sendiri.

    Hasil peninjauan/survey tersebut akan dilaporkan terlebih dahulu oleh tim BKSDA dan WWF, kepada pimpinannya dan untuk tindakan selanjutnya menunggu hasil kajian, dari informasi yang didapat dilapangan. (Har)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Tim BKSDA dan WWF, Bunyikan Mercun Jika Ada Harimau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved