www.riaukontras.com
| Plh Bupati Bengkalis Pastikan Kesiapan Perpustakaan Encik Nurlela Desa Balai Pungut | | Koramil 03 Rantau Slamat Bersihkan Pohon Tumbang Pasca Bencana | | Pemdes Beringin Kec. Talang Muandau Realisasikan BLT - DD Tahap III | | Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode Juli 2020 Polres Pelalawan | | Jamin Seleksi BETAH, Kapolda Riau Pimpin Giat Pakta Integritas | | Indra Gunawan Disebut Terima Uang Hasil Dugaan Korupsi Dana Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 03 Juli 2020
 
KPK: Tak Tutup Kemungkinan Hakim MK Lain Terseret Kasus Patrialis
Editor: | Jumat, 27-01-2017 - 00:23:20 WIB

TERKAIT:
 
  • KPK: Tak Tutup Kemungkinan Hakim MK Lain Terseret Kasus Patrialis
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) dikenal dengan istilah collective collegial. Tertangkapnya Hakim konstitusi Patrialis Akbar (PAK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin malam, menimbulkan pertanyaan mengapa hanya Patrialis yang ditangkap?

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan beralasan, sejauh ini hanya Patrialis yang baru terbukti. Namun, tidak menutup kemungkinan lembaga antirasuah bakal menyeret hakim konstitusi lain terkait uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

    "Kemungkinan berkembang (tidak hanya Patrialis), bisa saja, tapi sementara ini cuma PAK yang bisa dibuktikan," kata Basaria dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kamis, (26/1/2017).

    Sementara pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK lainnya, Laode M Syarif, mengatakan putusan collective collegial memang harus disepakati sembilan hakim konstitusi. Karenanya, lembaga anti korupsi bisa dimudahkan bertemu pihak terkait MK.

    "Kami menghormati MK sebagai lembaga tertinggi di bidang hukum di negeri ini. Jadi, semoga KPK dimudahkan bertemu pihak MK yang sekiranya tahu kasus ini," kata Laode.

    Dalam kasus ini, KPK menangkap 11 orang terkait dugaan gratifikasi uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Rabu malam, 25 Januari 2017. Ke-11 orang tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik KPK.

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • KPK: Tak Tutup Kemungkinan Hakim MK Lain Terseret Kasus Patrialis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved