www.riaukontras.com
| Bupati Inhil jadi Pemateri Webinar | | BPJS Sosialisasi JKN-KIS di Lapas Kelas IIB Langsa | | Brimob Disinfektan Pendopo dan Bambu Runcing Lapangan Merdeka | | Bertambah 12 Kasus Positif Covid-19 di Siak, Total 81 Kasus | | Festival Siak Bermadah Ikut Dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 | | Polres Bengkalis Besama Masyarakat Gerak Cepat Mengatasi Kebakaran
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 05 08 2020
 
Partisipasi Masyarakat Ikut Pilkada Dipengaruhi Kepercayaan Pada KPU
Mestinya KPU Harus Gandeng Pemuda dan Milenial
Editor: | Senin, 27-07-2020 - 14:33:02 WIB

TERKAIT:
 
  • Mestinya KPU Harus Gandeng Pemuda dan Milenial
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontraS.com - Mahasiswa Ilmu Pemerintahan  FISIPOL UIR Nanda Pratama Prayugo yang mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Islam Riau dan juga Kabid Hukum dan Ham HMI Cabang Pekanbaru periode 2019-2020 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Heri Kurnia S.E, menilai partisipasi masyarakat untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 akan sangat dipengaruhi oleh kepercayaan mereka kepada penyelenggara, yakni  Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Hal tersebut dikarenakan saat ini situasi yang dihadapi masih berbahaya, yakni pandemi Covid-19. Provinsi Riau memilki 12 kabupaten/kota yang 9 kabupaten/kota diantaranya akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak nantinya pada tanggal 9 Desember 2020. Dengan sudah adanya kepastian tanggal dan penjadwalan tersebut tentunya kita hanya tinggal menghitung hari saja.

    Ini adalah moment, dimana kita bersama harus mampu memilih pemimpin untuk kabupaten tercinta yang bisa memajukan daerah tentunya, baik dari sector pendidikan, social, budaya, dan juga ekonomi kreatif. Aspek inilah yang harusnya juga menjadi perhatian kita semua sebelum menentukan calon kepala daerah di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.

    “Ini juga menjadi tantangan bagi penyelenggara sejauh mana kemandirian penyelenggara dalam situasi pandemi. Ini justru membutuhkan pemahaman territorial bagaimana dengan DPR/Pemerintah untuk memutuskan hal-hal terkait pelaksanaan pilkada.

    Berkaca pada penyelenggaraan pemilu di Korea Selatan pada April lalu, partisipasi di Negeri Ginseng itu yaitu sebanyak 66 persen dan di anggap terbaik dari sepanjang sejarah pemilu mereka. Hal tersebut karena penyelenggra intens mensosialisasikan kode perilaku pemilih ketika datang ke TPS.

    Masyarakatnya pun percaya kepada KPU dan pemerintah di sana sehingga mematuhi seluruh arahannya. “Misalnya Zona merah, kamu diam dirumah. Informasi apakah daerah ini aman, harus di sampaikan. Kalau  KPU bisa sinergikan data-data di mana saja lokasi pandemi dan menyakinkan public bahwa (di situ) aman serta tidak ada orang luar datang ke situ yang berpotensi menularkan,”

    Menurut Nanda Pratama Prayuga, ajakan penyelenggara yang menjamin keamanan masyarakat dari Covid-19 untuk berpartisipasi merupakan ajakan yang paling manjur. Apalagi saat ini masyarakat di hadapkan pada prioritas ekonomi bukan politik.

    “pastinya kehadiran mereka di tempat pemungutan suara akan di pengaruhi berbagai pertimbangan,” Apalagi kabupaten/kota di provinsi riau yang menggelar (pilkada) kena zona kuning, tapi paling tidak perspektif kedaruratan penyelenggara pemilih harus di munculkan dalam bentuk protocol atau panduan pemilih yang jelas. Kalau masyarakat datang ke TPS aman, pulang tidak tertular.

    Akan tetapi generasi muda dan milenial juga mampu menjadi solusi dan angin sejuk nantinya di tengah pilkada di masa pandemi Covid-19,  banyak hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda dan milenial dalam momen pilakada ini. Penguasaan media mampu di kuasai oleh hampir seluruh generasi muda dan milenial serta juga mampu menawarkan ide-ide baru, gagasan hebat dalam jangka pendek, menengah dan panjang nantinya. Tentunya ini menjadi hal positif dengan perkembangan yang ada dan juga untuk kedepannya. Ini merupakan hal yang menjanjikan dari pemuda dan milenial Provinsi Riau.

    Oleh karena itu mestinya Komisi Pemilihan Umum harus menggandeng generasi muda dan milenial dalam proses penyelenggaraan pilkada serentak di 9 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. Pemilih berdaulat, Negara kuat.*(Indra)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mestinya KPU Harus Gandeng Pemuda dan Milenial
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved