www.riaukontras.com
| Rusuh Pengurusan KTP-el di Disdukcapil Pelalawan, Dua Orang Diamankan Satpol PP | | Babinsa Kodim 0101 BS Terima Penghargaan | | PPRG Diharapkan Dapat Menghasilkan Pembangunan Merata Bagi Perempuan | | Resmikan Bank Sinarmas, Aminullah Ajak Perbankan Genjot Sektor Wisata | | Sidak Ombudsman di Bireuen Temukan Pos Damkar Dijadikan Bengkel | | Kasus Lakalantas, Mahasiswi Akbit Elia Indrani Harefa di Vonis 2 Tahun Penjara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 21 Februari 2019
 
Novel FPI Cerita di Balik Hebohnya Fitsa Hats
Editor: | Kamis, 05-01-2017 - 11:47:35 WIB
Habib Novel Bamukmin saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2015)
TERKAIT:
 
  • Novel FPI Cerita di Balik Hebohnya Fitsa Hats
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Usai sidang keempat kasus penistaan agama, Ahok menyatakan saksi atas nama Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin malu mengakui pernah bekerja di perusahaan Amerika. Novel diketahui pernah bekerja di restoran Pizza Hut.

    "Saya pikir dia malu tidak boleh dipimpin oleh yang tidak seiman. Pizza Hut kan punya Amerika. Dia tulis Fitsa Hats," kata Ahok, Selasa 3 Januari 2017.

    Habib Novel pun membantah dirinya malu. Ia juga mengakui memang sempat bekerja di restoran Pizza Hut di Park Royale, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    "Iya, 24 tahun yang lalu saya bekerja di Pizza Hut," ujar Novel kepada wartawan, Rabu (4/1/2016).

    Pada 1992, selama kurang lebih tiga tahun, Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta itu bekerja di sana. "Saya bagian maintenance kendaraan, dan perawatan delivery," sambung dia.

    Tak terlalu lama memang Novel bekerja di perusahaan yang sudah berdiri selama 58 tahun ini. Saat memutuskan keluar, Novel mengaku sudah mendapatkan tawaran pekerjaan di tempat yang berbeda.

    "Saya bekerja secara baik-baik, keluar juga secara baik-baik. Ada sekitar lima tahun yang lalu sudah tutup. Bukan tutup, tapi sudah tidak ada," tegas Novel.

    Keluar dari Pizza Hut, Novel mengaku kembali bekerja kembali di perusahaan Asing. Hanya saja, Novel tak menjelaskan lebih jauh perusahaan apa yang saat itu dia pilih.

    "15 tahun saya bekerja di perusahaan orang non-muslim," kata dia.

    Novel mengaku tak malu bekerja di perusahaan itu. "Kenapa harus malu. Justru bangga. Mencari nafkah kan hukumnya wajib," ucap Novel.

    Di balik dirinya yang seolah menentang kepemimpinan non-muslim, Novel pun menjelaskan maksud dari Al Maidah ayat 51 yang tengah menjadi perbincangan.

    "Al Maidah konteksnya untuk kenegaraan, untuk kepemimpinan di pemerintahan, dan juga di daerah mayoritas. Kalau di daerah minoritas seperti Bali, Papua, ayat itu tidak berlaku, itu toleransi," Habib Novel memungkas.

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Novel FPI Cerita di Balik Hebohnya Fitsa Hats
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    7 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved