www.riaukontras.com
| LAM-R Dumai Gelar Acara Buka Puasa Bersama | | Bupati Bengkalis Apresiasi Kegiatan STIE Syari’ah Bengkalis | | Sekda Siak: Bapekam Harus Paham Tupoksi Bersaama-Sama | | Ketua TP-PKK dan Dekranasda Kabupaten Siak Resmi Dilantik | | Sekda Siak Ajak Pimpinan Perusahaan Berkontribusi Terhadap Pembangunan Daerah | | Bupati Siak Menandatangani Komitmen Bersama Terkait Pengaduan Pelayanan Publik
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 26 Mei 2019
 
Tarik Paksa Barang Kredit, Leasing Bisa Dipidana
Editor: | Sabtu, 09-03-2019 - 19:02:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Tarik Paksa Barang Kredit, Leasing Bisa Dipidana
  •  

    SELUMA, RIAUKontraS.com – Himbauan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Seluma. Jika ada pihak leasing atau kolektor yang ingin menarik paksa barang yang masih dalam proses kredit, jangan diberikan. Kolektor yang melakukan penarikan tersebut bisa dikenakan dipidana.

    “Setiap barang yang sudah akad kredit melalui perusahaan pembiayaan itu sudah ada jaminan fidusianya. Jadi pihak leasing ataupun kolektor tak bisa asal tarik barang tersebut,” tegas Kabid Pelayanan Hukum Kemenkumham Bengkulu Suryanti, saat melakukan sosialisasi pelayanan pendaftaran jaminan fidusia di Hotel Arnanda Kelurahan Talang Saling Kecamatan Seluma, Jumat 8 Maret 2019.

    Dijelaskannya, dalam setiap akad kredit baik itu kendaraan bermotor atupun mobil serta barang lainnya, semua sudah masuk dalam jaminan fidusia. Sehingga jika dalam perjalanannya angsuran barang tersebut menunggak, pihak leasing tidak dapat langsung menarik barang tersebut apalagi sampai melakukan penarikan paksa atau perampasan.

    “Jika itu terjadi, leasing ataupun kolektor bisa dituntut pidana. Penarikan barang hanya bisa dilakukan oleh pihak pengadilan setelah dilakukan proses sidang,” jelas Suryanti.

    Sesuai Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, disebutkan bahwa jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud dan benda bergerak atau tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dibebani hak tanggungan, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia.

    “Barang tersebut sebagai agunan pelunasan hutang. Hak penerima fidusia harus diutamakan dan itu dilindungi oleh undang-undang,” ujar Suryanti.

    Garudadaily.com



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Tarik Paksa Barang Kredit, Leasing Bisa Dipidana
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved