www.riaukontras.com
| Masyarakat Simandolak Percaya Komperensi Bisa Perjuangkan Aspirasi Masyarakat | | Kunker Kapolres Bengkalis Ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Pemkab Bengkalis Salurkan BLT ODP PMI kepada 4.107 Penerima | | 131 KK Desa Senggoro Tuntas Sudah Menyalurkan BLT Dana Desa Tahap III | | Bansos Covid-19 Sukses Diselenggaraan Pemkab Siak Dinas Sosial, DPRD Kampar Studi Banding ke Siak | | Hadapi Covid-19, Rasidah Alfedri Ajak Kaum Ibu Konsumsi Ikan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 07 Juli 2020
 
Dariamansyah, Anggap PT. ISS Perlakukan Karyawan yang Berstatus BLH Lebih dari Penjajahan Belanda
Editor: | Selasa, 12-02-2019 - 12:08:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Dariamansyah, Anggap PT. ISS Perlakukan Karyawan yang Berstatus BLH Lebih dari Penjajahan Belanda
  •  

    PELALAWAN, RIAUKontraS.com - Dari antara Ratusan tenaga kerja
    Buruh Harian Lepas (BHL)  Dariamansya Hotang dan Darmin Silalahi adalah korban intimidasi ,oleh manajemen PT.Inti Sawit Subur  (INDOSAWIT),mereka sehari-harinya biasa bekerja sebagai Centeng(Satpam). Tanpa alasan tiba tiba dimutasi menjadi penunas kebun kelapa sawit berdasarkan surat mutasi terhitung  pada tanggal 1 Desember 2018.

    Dariamansya bersama Darmin yang sudah mengabdi di perusahaan tersebut selama delapan tahun menuturkan pada media ini  Senin (11/2-2019) perlakuan dari  perusahaan terhadap mereka yang masih berstatus BHL lebih-lebih dari penjajahan Belanda dulu, yang paling dikesalkan Dariamansya dan Darmin Silalahi  tanpa kesalahan kerja humas si matupang langsung buat surat mutasi kerja menjadi penunas kelapa sawit , inilah akibat dari kita di sana masih berstatus BHL sehingga mereka(pihak menajemen)dengan  mudahnya membuang atau memutasi kita tanpa alasan yang jelas,terang dariamansya.

    Dariamansya sihotang menambahkan jika dibiarkan berlarut larut kemungkinan  nantinya nasib semua tenaga kerja yang masih berstatus BHL yang berjumlah ratusan orang ini akan mengalami nasib yang  sama dengan kami. Jangankan buruh kasar puluhan mandor dilapangan yang juga masih berstatus BHL, menurut Dariamansya  masih banyak lagi karyawan yang di intmidasi di lapangan. Ada juga salah satu tenaga kerja yang berstatus BHL, tiba-tiba  orang tuanya sakit  karena tidak sempat menjumpai asisten dilapangan,lalu dia menitipkan surat permisi pada temannya,namun   atasannya langsung buat surat peringatan, padahal teman itu sudah mengabdi di perusahaan 10 tahun."keluh Dariamansya.

    Dalam permasalahan ini, Dariamansya memohon pada DPRD kabupaten Pelalawan untuk perduli dengan nasib kami sebagai rakyat jelata,dan memohon dengan sangat untuk turun ke lapangan,pintanya.

    Dariamansya juga meminta kepada kepala dinas  Disnaker untuk lebih teliti dalam pengawasan atau tepatnya mengecek yang sebenarnya tentang status para pekerja di PT. Inti Sari Subur, dan kalau bisa pihak disnaker turun kelapangan dan kumpulkan para tenaga kerjanya,karena kemungkinan besar pihak  Disnaker akan dibohongi  oleh menejemen  perusahaan,karena hanya yang terdaftar Disnaker saja yang ditunjukkan padahal dilapangan masih ratusan lagi yang berstatus BHL,'"di akhir komentarnya.

    Sementara' M. Panjaitan mantan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Pelopor Bangsa Riau berkomentar pada media ini! Agar DPRD kabupaten Pelalawan buat team khusus untuk turun kelapangan untuk mencek Buruh seluruh perusahaan yang ada di Pelalawan ini, karena ini sudah menyangkut pembodohan publik, terutama negara, bila kita hitung hitung ini  sudah mengurangi pemasukan  penghasilan anggaran Daerah PAD." Akhirnya komentarnya.(DAV)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Dariamansyah, Anggap PT. ISS Perlakukan Karyawan yang Berstatus BLH Lebih dari Penjajahan Belanda
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved