www.riaukontras.com
| Wali Kota Dukung MoU Universitas Abulyatama dan RSUD Meraxa | | Pemko Gelar Bimtek Pelaksanaan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa | | SMK Negeri 1 Lapang Butuh Ruang Belajar dan Laboratorium | | Pemkab Inhil Gelar Cofee Morning Dengan Forkopimda dan Pers | | Selamat Tinggal RTLH Ramlah dan Iskandar Akan Menempati Rumah Layak Huni | | Masyarakat Desa Plu Pakam Diberikan Pemahaman KB dan PUP
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 15 Oktober 2019
 
Jakarta
PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Terhadap Kejaksaan Agung
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 02-01-2019 - 16:21:38 WIB

TERKAIT:
 
  • PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Terhadap Kejaksaan Agung
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda Sidang Permohonan Praperadilan Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) terhadap Kejaksaan Agung  tentang penghentian penyidikan dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun) sampai dengan tanggal (14/1) mendatang.

    Hakim Tunggal yang menyidangkan permohonan terkara tersebut, Djoko Indoarto, SH.,MH, Rabu (2/1/2019 membuka persidangan pada pukul 12.55 dengan agenda pembacaan permohonan, namum karena Kejaksaan Agung tidak menghadiri persidangan, sedangkan Pemohon di hadiri oleh Safaruddin, SH, Fakhrurrazi SH, dan Yudhistira Maulana, SH,.

    Hakim Djoko menunda sidang selama 10 hari “menunda persidangan ini selama 10 hari kedepan, dan kepada Pihak Pemohon tidak di panggil lagi karena pemberitahuan ini telah di anggap sebagai panggilan sidang, dan untuk Kejaksaan Agung akan di panggil kembali melalui relaas panggilan sidang”, ucap Hakim Djoko dengan tiga kali ketukan palu sidang dengan panitera pengganti Ferynita, SH. Pada 27/11 tahun lalu.

    JARI mengajukan Permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung karena menganggap Kejaksaan Agung telah menghentikan sepihak penyidikan yang di tangani oleh Kejaksaan Agung dalam perkara penyidikan kasus Float Storage Regassification Unit (FSRU) Lampung senilai US$400 juta pada 2011 di PT Perusahaan Gas Negara yang diduga merugikan negara sebesar US$ 250 juta (Rp 3,24 triliun), perkara tersebut di register dengan nomor 168/Pid.Pra/2018. PN. Jak-Sel. 

    Dalam permohonannya JARI meminta Pengadilan memerintahkan kepada Kejaksaan Agung Agar segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan paling lambat tiga puluh hari sejak Putusan Pengadilan di bacakan.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Terhadap Kejaksaan Agung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved