www.riaukontras.com
| Siswa SMAN 1 Bernas Bersama SMKN 1 Pangkalan Kuras, Lakukan Penggalangan Dana Untuk Nika Efarina | | Bupati Inhil: RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan | | Bupati Inhil: Revolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak | | Satu Unit Rumah Hangus Dilalap Sijago Merah di Kec. Pangkalan Kuras | | Yuliasa Gulo SH Minta PPK Pangkalan Lesung Transparan, Jujur dan Adil dalam Perhitungan Suara | | Sekda Tengku Mukhlis Video Conference Bersama Pemprov Riau Laporkan Hasil Pemilu Tahun 2019
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 21 April 2019
 
Jakarta
4.125 Ekor Ayam Mati dalam Penerbangan Jakarta-Makassar
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 13-11-2018 - 20:23:57 WIB

TERKAIT:
 
  • 4.125 Ekor Ayam Mati dalam Penerbangan Jakarta-Makassar
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com -  Sedikitnya 4.125 ekor anak ayam kampung Day Old Cicken (DOC) mati dalam penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Makassar yang menggunakan pesawat Lion Air JT 0778. 

    Rencananya ayam tersebut akan disebarkan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) di Tana Toraja, provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Ketua umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain kepada wartawan mengatakan, anak ayam tersebut dikirim dari Bogor ke Makassar oleh PT Putra Perkasa Genetika. 

    Dijelaskan Zulkarnain, dari total pengiriman ayam hari ini sebanyak 5.000 ekor hanya 825 ekor yang hidup, yang mat lebih dari 4.000 ekor.

    "Kejadiannya tadi siang dari Jakarta tiba di Makassar pukul 16.25 WIT," jelasnya Selasa (13/11/2018).

    Menurutnya, kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Namun, kata dia, tidak ada tanggung jawab dari Lion Air.

    Dirinya mencontohkan, sekitar 2 minggu lalu ada juga pengiriman ke Makassar dengan menggunakan pesawat yang sama. 

    "Sejak 2 minggu lalu sudah sekitar 1.200 ekor yang mati. Hari ini ada 4.125 ekor yang mati," kata Zulkarnain.

    Selama ini, tegas Zulkarnaen, pihak Lion Air pun lepas tanggung jawab atas kejadian tersebut (pengiriman anak ayam yang mati).

    "Kita menuntut tanggung jawab Lion Air karena anak ayam tersebut dikirim untuk peternak-peternak kecil di pedesaan," ujarnya.

    Lebih lanjut dirinya mengatakan, pengiriman anak ayam tersebut merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu mengentaskan kemiskinan sedikitnya 16.000 Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui bantuan ternak ayam lokal di Sulsel.

    Dirinya mengkhawatirkan program Kementan ke Sulsel tersebut susah terwujud lantaran pihak maskapai tidak mau bertanggaung jawab atas peristiwa ini.

    "Program tersebut kemungkinan besar bisa tidak terwujud karena peternak pembibit takut melakukan pengiriman akibat peristiwa tersebut," pungkasnya.

    Terimakasih

    Ketua umum Himpuli
    Ade M Zulkarnain
    081384747008

    (Dwi/Kar/Rls)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • 4.125 Ekor Ayam Mati dalam Penerbangan Jakarta-Makassar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    4 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved